Rabu, 31 Mei 2017

psikologi pendidikan




 1.   menurut anda seberapa penting ilmu psikologi pendidikan bagi calon guru/guru?


Jawaban:  psikologi sangat penting ada pada diri seorang guru.Psikologi pendidikan adalah kebutuhan bagi seorang guru,karena seorang guru tidak hanya seorang pengajar namun guru dituntut sebagai pendidik,pembimbing,dan pelatih bagi para siswanya.Dalam menjalankan profesinya seorang guru akan menghadapi berbagai karakter tingkah laku dari siswanya, inilah peran seorang guru, ia mampu membuat situasi belajar belajar yang menyenangkan walaupun psikologi setiap siswa itu berbeda. Psikologi seorang guru harus ada, sehingga guru mampu mengkriteriakan kemampuan seorang siswa dalam menyerap pelajaran.psikolgi seorang guru tidak boleh dipaksakan kepada siswanya sebab psikologi  setiap individu berbeda.

2.   Apa peran psikologi pendidikan dalam proses pembelajaran?

Jawaban : sebagai seorang guru tidak hanya dituntut menguasai materi saja namun harus bisa mengelola minat , bakat dan kebutuhan siswa sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Sorang guru juga harus cerdas menyikapi apa yang diperbuat oleh siswanya. Selain itu guru juga mampu mempersiapkan siswa menghadapi perubahan yangakan terjadi pada tubuh, perhatian dan prilaku peserta didik. Apabila seorang guru mampu menguasai hal tersebut diatas tujuan pembelajaran akan tercapai. Siswa bukan hanya sekedar pintar dikelas tetapi mampu bersaing diluar sekolah.

3. Apakah ada dampak terhadap proses belajar peserta didik, jika peserta didik mengalami permasalahan psikologis ? (jelaskan)

Jawaban :  Ada.dampaknya adalah peserta didik akan mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran sehingga peserta didik sering gagal dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.Selanjutnya  peserta didik merasa tidak nyaman dalam mengikuti pelajaran.

4.Apa dampak jika peserta didik tidak mengalami seluruh fase perkembangan (fisik, kogniti, interpersonal, dan konsep diri) dengan baik ?

Jawaban :
Fisik
·        1.  Susah melakukan aktivitas secara mandiri.
·        2.  Susah bergaul dengan orang yang berbeda dengannya.
·        3.  Sering ketinggalan oleh anak yang normal.
·         4. Sering merasa minder dengan orang di sekitarnya.
·         5. Tidak puas dengan keaadaaan sendiri.
·         6. Merasa di kucilkan di pergaulan karena kekurangannya.
·         7. Sering mendapat deskriminasi dari orang-orang.

Kogntif
·         1. Potensi dan kreativitas yang di miliki tidak dapat mengaplikasikannya.
·         2. Tidak mampu mempertimbangkan atau memikirkan pendapat orang lain (egois).
·        3.  Cenderung  hanya berfokus pada satu keadaan.
·        4.  Susah untuk memecahkan suatu masalah.
·         5. Tidak mampu berpikir secara logis.
·         6. Tidak mampu dalam bidang IQ,EQ,ESQ.

Interpersonal       
·        1.  Tidak mampu berinteraksi sosial dengan orang lain.
·         2. Tidak mampu mengontrol emosional.
·        3.  Mudah cemas dan depresi.
·        4.  Akan merasa nyaman jika bersama-sama dengan temannya,namun tidak percaya saat ia sendirian.
·         5. Biasanya sifatnya adalah sombong,dan susah berkelompok dengan teman-temannya.
·        6.  Sering dikucilkan dalam pergaulan.
·         7. Mereka cenderung bersifat mengganggu, egois dan mempunyai sedikit sifat-sifat positif.
·         memperlihatkan perilaku agresif, hiperaktif, kurang perhtian atau ketidakdewasaan, sehingga sering bermasakah dalam perilaku dan akademis di sekolah.
Konsep diri
·         1. Tidak mampu mengetahui tentang kelebihan diri sendiri karena fokus pada kekurangannnya.
·   2. Konsep diri berhubungan dengan perkembangan personal, emosional, sosial, kognitif, dan juga bahasa.Sehingga jika konsep diri tidak matang maka akan berpengaruh terhadap perkembangan personal,emosi,dll.
·         3. Akan mengalami kesulitan dalam belajar.
·         4. Merasa cepat jenuh karena menganggap tidak meoleh apapun.
·         5. Merasa tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
·         6. Merasa kurang dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki.

5.   Menurut anda, apakah ada hubungan kondisi psikologis dengan kesiapan belajar peserta didik?

Jawaban : Ada.misalnya seseorang yang kondisi psikologisnya sudah matang senantiasa siap untuk melakukan pembelajaran,namun sebaliknya jika kondisi psikologis belum memungkinkan maka ia akan kesulitan untuk belajar.                                                                                        

     
6.  Apakah ada hal-hal yang harus dibenahi terkait kondisi psikologis untuk meningkatkan efektivitas proses belajar peserta didik?

Jawaban : Ada,saat di dalam kelas seorang guru tidak hanya akan menghadapi berbagai karakter dari siswanya,untuk itu untuk meningkatkan efektivitas belajar guru harus bisa membagi perhatiannya untuk semua siswanya,tidak hanya tertuju pada siswa yang aktif dan pintar saja.Untuk itu seharusnya  guru tidak boleh pilih kasih dalam hal apapun.

7. Sebutkan sebuah masalah terberat terkait psikologi pendidikan yang dialami oleh peserta didik yang dapat memberikan dampak negatif pada proses belajar. Lalu apa solusi yang dapat anda berikan untuk menyelesaikan masalah tersebut ?

Jawaban : masalah yang sering di hadapi siswa adalah kesulitan dalam mengikuti pelajaran,atau masalah pada siswa yang bodoh dan pendiam,saat belajar ia tidak paham dengan yang dijelaskan oleh guru namun ia tidak berani untuk bertanya. Ia merasa malas untuk mengikuti pelajaran,Sehingga mengganggu proses belajarnya.
Solusinya,jika saya seorang guru saya akan bertanya pada setiap siswa tentang apa yang mereka pahami dengan apa yang telah saya terangkan,jika masih banyak yang belum paham maka saya akan menjelaskan kembali,dan mmembuat cara singkat untuk bisa di pahami semuanya.jadi di dalam kelas harus aktif semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apakah Kita Sama? Masihkah kita sering menyelahkan orang lain? menyalahkan keadaan? atau menyalahkan diri sendiri?. Sering kali kita si...