“Pengaruh Globalisasi Budaya K-Pop
Terhadap Ideologi Nasionalisme Di Indonesia”
Di
era serba modern dan serba terbuka, paham nasionalisme semakin terkikis oleh
paham globalisme. Globalisasi yang mulai banyak dibicarakan sejak era tahun
1980-an telah menimbulkan dampak besar terhadap seluruh dimensi kehidupan
manusia. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam
masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda
juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda
kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan
dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda
sekarang. Dalam satu dekade terakhir ini pasti masyarakat semua sudah
tidak asing dengan istilah K-pop atau Korean pop. Korean pop inilah
yang saat ini baru hangat-hangatnya dibicarakan oleh khalayak umum, terutama karena
ketenarannya yang sangat berpengaruh terhadap dinamika budaya asing yang masuk
Indonesia. Dalam hal ini banyak sekali para remaja Indonesia yang sudah lebih
menyukai acara-acara korea dari pada harus menyaksikan acara nasional
Indonesia Tentu saja mereka mulai mencari informasi tentang aktris
dan aktor tersebut, sehingga akhirnya mereka pun juga mengidolakan para artis
korea.
Indonesia
termasuk negara yang sedang terkena demam Korea yang sudah hal ini
dapat terlihat di layar televisi majalah dan juga internet di Indonesia yang
sekarang berlomba-lomba untuk menayangkan atau menginformasikan seputar
berita-berita korea. Di televisi bahkan sudah banyak menayangkan
tayangan-tayangan hiburan setiap harinya yang berhubungan dengan Korea, misalnya
film, musik, dan infotaiment dari sini tidak di pungkiri bahwa
televisi menjadi sarana utama bagi masyarakat Indonesia untuk
mendapatkan informasi mengenai segala sesuatu yang berbau korea, tidak hanya
itu majalah atau tabloid bahkan koran sebagai media massa di Indonesia juga
menuliskan tentang berita seputar korea dan para remaja juga bisa melihat dan
mendapatkan video-video film bahkan musik serta informasi-informasi tentang
budaya korea melalui media elektronik ini.
Kebudayaan adalah hasil karya pemikiran manusia yang
dilakukan dengan sadar dalam kehidupan kelompok. Unsur-unsur potensi budaya
yang ada pada manusia antara lain pikiran (cipta), rasa, dan kehendak (karsa).
Untuk menjadi manusia sempurna, ketiga unsur kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan.
Dalam hubungan ini Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “Kebudayaan adalah buah
budi manusia dalam hidup bermasyarakat”. Kebudayaan bersifat dinamis.
Kebudayaan selalu berubah seiring perkembangan zaman. Perubahan kebudayaan ini
telah terjadi sejak zaman pra-sejarah yaitu berubahnya pola hidup berburu dan
meramu menjadi pola hidup bercocok tanam tingkat lanjut dan perundagian.
Budaya asing yang sangat besar pengaruhnya terhadap
kebudayaan di Indonesia adalah budaya barat. Budaya barat masuk ke berbagai
sektor termasuk cara berpakaian. Budaya pakaian orang Indonesia yang tertutup
sebagai simbol kepribadian orang timur mulai bergeser. Terutama di kalangan
para remaja. Gaya berpakaian remaja menjadi lebih terbuka dan norak.
Bahkan, di kota-kota besar seperti Jakarta, gaya hidup bebas yang merupakan
gaya pop barat sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Seiring berubahnya waktu masuknya budaya pop
sekarang ini tidak hanya di dominasi oleh budaya barat. Asia pun sudah mulai
menjadi pengekspor budaya pop. Selain Jepang, Korea mulai bertindak sebagai
pengekspor budaya pop melalui tayangan hiburan dan menjadi saingan berat bagi
Amerika dan negara-negara Eropa. Hal ini sejalan dengan kemajuan industri
hiburan Korea dan kestabilan ekonomi mereka. Selama sepuluh tahun terakhir,
demam budaya pop Korea melanda Indonesia. Fenomena ini dilatarbelakangi Piala
Dunia Korea-Jepang 2002 yang berakhir dengan masuknya Korea sebagai kekuatan
empat besar dunia. Kesuksesan Korea di Piala Dunia 2002 semakin menaikkan prestise
Korea di mata dunia.
Berbeda dengan budaya pop Jepang yang hanya
menjangkau anak-anak dan remaja, budaya pop Korea mampu menjangkau segala usia,
mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Menurut Kim Song Hwan, seorang
pengelola sindikat siaran televisi Korea Selatan, produk budaya Korea berhasil
menjangkau penggemar di semua kalangan terutama di Asia disebabkan teknik
pemasaran Asian Values-Hollywood Style. Artinya, mereka mengemas
nilai-nilai Asia yang dipasarkan dengan gaya modern. Istilah ini mengacu pada
cerita-cerita yang dikemas dengan nuansa kehidupan Asia, namun pemasarannya
memakai cara internasional dengan mengedepankan penjualan nama seorang bintang
atau menjual style. Globalisasi budaya pop Korea atau yang lebih dikenal
dengan Korean Wave (Hallyu) ini berhasil mempengaruhi kehidupan
masyarakat dunia. Berbagai produk budaya Korea mulai dari drama, film, lagu,
fashion, hingga produk-produk industri tidak hanya mewabah di kawasan
Asia tetapi sudah merambah ke Amerika dan Eropa.
Dibawah ini beberapa faktor mudahnya Kpop dan Hallyu
berkembang pesat di kalangan remaja di Indonesia :
Ø Musik Korea menawarkan aliran musik yang baru.
Selain itu setiap beberapa bulan, perusahaan yang menangani boy band mengubah
konsep bermusik dalam setiap album baru yang akan dikeluarkan. Hal ini juga
meminspirasi produser di dalam negeri untuk membuat aliran musik yang hampir
sama dengan Kpop sehingga dengan mewabahnya kpop, musisi dalam negeri
berlomba-lomba untuk membuat boyband atau girlband yang berkiblat pada boyband
korea. Misalnya seperti Smash, Dragon boys, XOIX, 7Icons, Cherry belle,
Princess dan masi banyak lagi.
Ø Musik yang telah diusung boy/girl band Korea di awal
pengenalannya, juga bisa diubah tiba-tiba. Musik K-pop cenderung berani
mengubah jenis musik pada debut album berikutnya tanpa banyak melewati hal yang
rumit. Salah satu contohnya adalah boy band Super Junior yang meraih sukses
besar saat mengadakan konser di Jakarta. Dari kelima album yang dikeluarkan
semuanya mempunyai ciri khas tersendiri sehingga para fans Super Junior yang
biasanya disebut ELF (Everylasting Friends) tetap menyukai hasil karya
mereka.
Ø Tidak seperti lirik lagu yang ditawarkan dari
industri musik Barat yang banyak menceritakan gaya hidup kebarat-baratan, lirik
lagu dalam musik k-pop masih cenderung sopan dan masih berisi mengenai janji
dan kesetiaan, juga hal-hal yang berbau persahabatan.
Ø Dari segi make-up atau dandanan, tampilan wajah
orang Asia yang umumnya bermata sipit, bisa ditampilkan dengan imaje/mata besar
menjadi hal baru yang menyenangkan untuk dilihat
Ø Di bidang fashion atau gaya berpakaian, gaya
berpakaian penyanyi Korea Selatan ini menawarkan gaya berpakaian yang unik.
Tidak seperti gaya Harajuku yang terkenal di Jepang, namun tidak bisa
diterapkan di Indonesia. Gaya Harajuku dari Jepang, cenderung terlalu ekstrim
dan masih tidak wajar untuk di gunakan di Indonesia. Sedangkan gaya berpakaian
yang dibawa dari negeri Ginseng, meskipun cenderung menggunakan pakaian
berlapis, namun jauh lebih feminim dan inovatif.
Ø Musik k-pop juga umumnya menampilkan tarian yang
rapih dan inovatif yang bisa diikuti. Sehingga tidak sedikit dari boy/girlband
memiliki kekhasan tarian masing-masing. Contohnya tarian dalam lagu milik Super
Junior berjudul ‘Sori-Sori,’ lagu milik f(x) berjudul ‘Nu ABO,’ dan lagu ‘Run
Devil Run’ milik SNSD.
Ø Tidak hanya mengandalkan tampang ganteng dan cantik,
artis-artis k-pop umumnya melewati waktu yang panjang, yang memang telah
dipersiapkan sejak muda untuk menerima kesuksesannya saat ini. Biasanya
artis-artis ini sebelum debut melakukan chasting terlebih dahulu. Karena memang
dipilih untuk dipersiapkan jadi bintang, tidak heran penyanyi maupun bintang
k-pop dibekali dengan berbagai macam keterampilan yang bisa mendukung karir
masa depannya. Tidak heran mereka menjadi arti dengan banyak bakat.
Ø Selebihnya, tampilan wajah yang cantik dan ganteng
bak manekin juga tidak terlepas dari kontribusi besar, yang menyebabkan k-pop
sangat disukai. Terlepas dari hasil operasi plastik yang banyak dilekatkan
dengan orang terkenal di Korea Selatan. Sehingga tidak heran jika semua hal
yang berhubungan dengan hallyu hari ini, sering kali menjadi trending topic
pembicaraan di berbagai media sosial. Tidak hanya di tanah air tapi juga di
seluruh dunia.
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh masuknya budaya
korea :
1. Acuh tak acuh terhadap budaya tradisional Indonesia
2. Lebih menyukai budaya korea ketimbang budaya asli
Indonesia yang bersifat monoton.
3. Terlalu fanatik terhadap boyband atau girlband
sehingga melupakan kewajiabannya misalnya seorang pelajar rela bolos sekolah
demi melihat artis korea yang datang berkunjung ke Indonesia.
4. Meniru gaya hidup dari artis-artis korea yang tidak
sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah
antara lain dengan cara:
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh,
misalnya semangat mencintai produk dalam negeri. Memakai pakaian, sepatu
atau perlengkapan made in Indonesia salah satu contoh untuk mengatasi budaya-budaya
asing yang ada di Indonesia.
2. Lebih selektif terhadap budaya asing/korea yang
masuk ke Indonesia. Menyeleksi dan menyaring nilai-nilai budaya asing sangat
lah perlu dilakukan, dalam hal ini budaya korea yang bersifat baik untuk
perkembangan kemajuan di indonesia bisa menjadi panutan seperti hal nya
mepunyai etos kerja yang tinggi, tehknologi dll .
Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan budaya bangsa dapat diserap
sehingga akan memperkaya nilai budaya bangsa , sedangkan budaya yang bersifat
tidak baik langsung di tinggalkan seperti hal nya dalam cara berpakaian yang
tidak baik.
3. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila
dengan sebaik- baiknya,
4. Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan
Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi,
sosial budaya bangsa
5. Mengenali, memelihara dan mengembangkan kebudayaan
nasional
Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa dengan
cara mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah keluar negeri.
Selain itu, dapat dilakukan dengan menayangkan dan menyiarkan kebudayaan dan
kebudayaan nasional melalui berbagai media, mengadakan seminar membahas
kebudayaan daerah sebagai budaya nasional, serta pelestarian dan pewarisan dan
pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa.
6. Lebih mempromosikan kebudayaan kesenian Indonesia
agar masyarakat tertarik untuk ikut melestarikan kebudayaan indonesia tersebut.
Jangan sampai kebudayaan kita di akui oleh negara lain misalnya seperti batik
yang mereka akui itu adalah pakaian tradisional yang berasal dari negaranya,
reog ponorogo, yang seharusnya berasal dari Jawa Timur, dengan mudahnya mereka
mengakui kalau itu adalah kesnian yang berasal dari negaranya, begitu juga
dengan alat musik angklung, lagu rasa sayange, bahkan rendang sampai mereka
akui adalah makanan yang berasal dari Negara mereka.
Strategi Indonesia untuk menghadapi ancaman ideologi
Ancaman ideologi sangat erat
kaitannya dengan rasa nasionalisme yang dimili suatu bangsa. Hal ini telah
ditegaskan kembali dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945. Ancaman ideologi merupakan suatu ancaman yang sangat berbahaya
karena dapat menyebabkan lunturnya rasa nasionalisme dan bersifat memecah belah
kesatuan bangsa. Untuk memahami pentingnya strategi untuk menghadapi
ancaman ideologi maka simaklah artikel sebelumnya yang berjudul
Sebagai
upaya untuk menghadapi ancaman ideologi yang dilakukan bangsa indonesia adalah
sebagai berikut:
1. Menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda
melalui pembelajaran kewarganegaraan (PKN).
2. Menerapkan paham pancasila dalam segala aktivitas
berbangsa dan bernegara.
3. Ikut serta membela dan menjaga keutuhan bangsa dan
negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar